Hari Kartini

132

Semua pasti akan teringat apabila mendengar buku dengan judul ” habis gelap terbitlah terang “. Ya… Sebuah buku fenomenal dan inspiratif bagi rakyat Indonesia khususnya bagi kaum wanita. Pada saat itu, kaum wanita hanya di anggap sebagai pelengkap dan pengasuh. Pelengkap di sini kami maksudkan bahwa wanita setelah menikah dengan seorang laki-laki, maka dia harus mengabdikan dirinya kepada suaminya. Mempersiapkan sarapan di kala pagi, mempersiapkan pakaian dan membersihkannya. Segala hal yang berurusan dengan dapur adalah pekerjaan wajib seorang wanita. Pengasuh berarti menjaga sesuatu. Seorang wanita tidak bisa lepas dari kodratnya yaitu hamil setelah menikah. Kurang lebih selama sembilan bulan mengandung, akhirnya seorang ibu melahirkan seorang bayi mungil. Memang seorang ibu yang memiliki hati berlian akan mengasuh putra dan putrinya dengan kasih sayang. Dia rela mengorbankan apapun demi amanah yang percayakan kepadanya. Tak kenal kata lelah dan tak kenal kata menyerah dalam mengarungi kehidupan menjadi seorang ibu. Ibarat sebuah pepatah ” lebih baik aku ( ibu)  sakit daripada anaknya menangis. Lebih baik aku lapar daripada anaknya tidak makan “. Ibu akan mengutamakan anak lebih dari yang di kita bayangkan. Memang hal di atas salah akan tetapi tidak selamanya benar. Mereka ( para kaum wanita)  juga berhak mewujudkan impiannya, berhak mengejar cita-cita yang harapkan. Lalu bagaimana caranya?  Ya…dengan belajar melalui pendidikan, pendidikan setinggi – tingginya. Yang hanya dapat di peroleh bagi kaum pria dan sebagian kecil wanita dari kalangan konglomerat. Namun pada waktu itu sangatlah tidak mungkin seorang wanita biasa dapat merasakan pendidikan. Pendidikan yang seharusnya di dapatkan. Karena pembukaan undang-undang 1945 mengatur dan memerintahkan itu yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Adanya Raden Ajeng Kartini menjadi titik balik bagi kaum perempuan untuk berhak sejajar dengan laki-laki dalam pendidikan. Tentunya tanpa lepas tangan akan kodratnya. Bagi laki-laki seharusnya bisa menjadi pasangan romantis dengan senang dan susah bersama-sama. Saling melengkapi, menghargai dan membantu dalam berumah tangga. Itu akan mewujudkan keluarga yang harmonis. Zaman sekarang di era reformasi, setiap tanggal 21 april di peringati hari Kartini. Semua merayakan dengan berbagai acara. Dari instansi pemerintah bahkan sekolah sebagai tempat di mana anak-anak mendapatkan pendidikan selalu mengadakan acara yang di kenal hari Kartini. Berikut beberapa foto acara memperingati hari Kartini dengan cara upacara bendera

image

Pemimpin Upacara

image

Paskibra

image

Siswa sebagai peserta upacara

image

Koor yang di pimpin konduktor atau dirigen

Semangat dan kemampuan para wanita dapat merubah kehidupan bahkan suatu bangsa. Kehebatan seorang pemuda karena seorang doa ibu. Kesuksesan seorang laki-laki karena wanita di belakangnya. Namun akan lebih indah dan bermakna jika kita memperingati hari Kartini tidak hanya sebatas seremonial. Namun semangat dan tekad harus menjadi kebiasaan dan kekuatan dalam meraih cita-cita untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Seragam batik naura dapat membantu anda dalam mewujudkan seragam yang diingikan. Pembuatan seragam batik keluarga dll, dengan kualitas bahan dan harga terjangkau akan memberi anda pengalaman menarik. Karena anda dapat membuat seragam dengan desain sendiri layaknya desainer. Kami akan membantu mewujudkan seragam yang anda inginkan. Untuk lebih lengkapnya klik info ( di sini ) , mengenai cara pemesanan

Salam Hangat

Seragam Batik Naura

LEAVE A REPLY